Langsung ke konten utama

PAGE 57 CERITA PULL DAN PUSH

 

Ada asebuah cerita nyata yang terjadi dimalam hari ketika sedang berbelanja di salah satu tempat makan brand burger. Datang membawa potongan kecil kupon diskon 50%. Kupon ini saya kira sebuah strategi penjualan. Saya yang jarang makan di tempat ini jadi tertarik berbelanja karena ingin memanfaatkan diskon 50% tersebut.

Ceritanya dimulai ketika selesai bertransaksi memesan burger, makan es dan akan pulang. Sampai di pintu keluar ruang makan, ada tulisan PULL di pintu sebelah dalam dan tulisan PUSH di pintu sisi luar. Saat memegang pintu yang bertuliskan PULL, saya telah menarik pintu tersebut. Pintunya menjadi agak terbuka. Wanita yang disamping saya berrtanya PULL itu ditarik kah? Dengan gaya bertanya yang meragukan saya. Akhirnya saya doronglah pintu itu ke arah luar. Kami keluar dengan posisi pintu mengarah luar. Padahal arti PULL itu ditarik. Akibat ditanya oleh istri dengan cara bertanya yang meragukan, saya terpengaruh menjadi merubah posisi pintu jadi didorong.

Di halaman kami bercanda sambil tertawa membahas PULL dan PUSH di pintu tadi. Arti kata PULL itu ditarik kata saya. Ya terus kenapa tadi didorong kata sang wanita. Habisnya kamu nanya apa PULL itu ditarik, dengan nada dan gaya bicara yang merakukanku. Jadilah aku terpengaruh langsung mendorong pintunya ke arah luar. Sambil kami membahas PULL dan PUSH kami berjalan menuju parkiran kendaraan. Sambil kami tertawa.

Sampai di parkiran teringat webinar dengan tema abundance (keberlimpahan). Disitu disebutkan bahwa kita perlu melatih mental keberlimpahan kita salah satunya dengan melatih memberi parkir yang lebih dari biyasanya. Bisa memberi 20.000. 50.000, 10.000. Saya sampaikan pada istri bahwa saya mau kasih tukang parkir 10.000 untuk mempraktekan materi di webinar abundance itu. Istri saya menyahut, ga usah dikasih 10.000,- orang tukang parkirnya masih muda. Disini tempatnya juga rame pengunjung. Kalau mau mengasih lebih, kasih saja kepada tukang parkir bapak-bapak tua saja. Yang muda ga usah.

Saya teringat kisah PULL dan PUSH pintu tadi. Saya perlu kuat memagang keyakinan. Walaupun istri menyarankan tak usaha memberi 10.000 ribu tetap saja saya siapkan uang 10.000. Sepeda motor kami pun berjalan perlahan, ketika sampai di jalan pintu keluar parkiran kami berhenti sebentar dan memberikan uang 10.000 kepada tukang parkir. Tukang parkir yang masih muda itu kemudian sedikit berlari ke arah tempat tasnya diletakkan karena asepertinya ingin mengambil kembalian. Tidak usah bang. Untuk abang saja. Kami langsung berjalan dan kami melihat senyuman ceria di wajah tukang parkir itu.

Bukankah ketika seseorang senang dan berdoa doanya dikabulkan. Dan kita tak tau dari lisan siapa doa dan hajat kita dikabulkan. Di sepanjang jalan saya dan istri membahas memberi parkir tadi. Saya mau yakin dengan niat dan pendirian saya, meskipun disarankan tidak usah memberi karena masih muda tukang parkirnya. Seperti kisah PULL dan PUSH pintu tadi. Istri saya tertawa mendengar saya mengatakan seperti itu.

Kita perlu memiliki keyakinan terhadap apa yang kita percayai baik itu berupa ide atau ilham. Kita percaya bahwa ilham dan ide itu benar. Walaupun ada yang meragukan atau mempertanyakannya. Selagi kita meyakini bahwa itu benar maka kuatkan tekad dan langkahkan kaki melaksanakan dan melanjutkan apa yang menjadi niatan kita.

Memang cerita yang terbaik adalah cerita yang berasal dari pengalaman pribadii. Dahulu ada cerita dari guru tentang berusaha jujur kepada diri sendiri dan memegang apa yang sudah direncanakan dan diniatkan. Misalnya ketika kita ingin pergi ke masjid untuk shalat jumat. Ya pergi shalat jumat saja jangan ada di dalam hati niat mau pergi shalat jumat sekalian beli makanan pulangnya. Sebaiknya pergi shalat jumat, setelah selesai jumatan, pulang kembali ke rumah. Setelah dirumah meletakkan sajadah, kopiah baru lanjut pergi ke warung untuk beli makan.

Cerita berikutnya adalah berbagi dengan orang lain atau makhluk lainnya. Berbagi ini adalah salah satu cara agar kita menjadi orang yang beruntung atau menjadi salah satu lucky factor. Berbagi kepada orang lain dapat berupa berbagi uang, berbagi tenaga atau berbagi doa baik kepada asesama manusia atau makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Membantu orang lain menggunakan tenaga dapat dilakukan dengan hal yang ringan misalnya ketika makan lontong sayur atau lontong balap. Setelah selesai makan, piringnya kita tumpuk jadi satu. Piring dan gelas bekas kita makan kita tempatkan di samping pojokan yang mudah dijangkau oleh si ampunya warung. Agar ketika yang punya warung akan mengambil piring kotor ini, dia mudah mengambilnya. Selain itu, setelah kita susun piring kotor dipinggi beserta tisu dan plastik bekas krupuk yang kita makan, meja bekas kita duduk jadi bersih. Pelanggan dan konsumen berikutnya yang akan menempati meja kita jadi merasa nyaman karena sudah terlihat bersih.

Cerita yang menarik berikutnya dalah cerita yang bukan pengalaman pribadi, tapi pengalaman orang lain yang berupa pengalaman nyata dan ceritanya samapai ke kita. Entah melewat yang mengalami langsung yang bercerita pada kita atau lewat orang lain yang mendapat cerita dari yang mengalami langsung. Contoh berbagi kepada orang lain yaitu berupa berbagi dengan makhluk ciptaan Tuhan lainnya. Ada seorang guru yang beliau tiap hari berbagi dengan cara memberi sejumput gula kepada kawanan semut yang berada di sekitar rumahnya. Cara berbagi berikutnya bisa dengan memberi  butiran beras atau nasi kepada ayam yang datang bertamu ke halaman dan pekarangan  rumah.  

Alhamdulillah, ada banyak cara untuk mendapatkan cerita dan kenangan menarik bersama keluarga. Bisa dengan bepergian bersama dengan biaya mahal ke temat wisata yang jauh atau dengan melakukan dan mengalami hal baru. Bisa berupa mendatangi temapt belanja baru. Makan makanan yang belum perrnah dimakan, atau makan yang biyasanya dibungkus, kita makan di tempat itu. Masak ikan yang belum pernah dimasak. Dan hal baru apapun bentuknya.

Melakukan hal baru membaut hidup terasa berbeda dan hari dilalui dengan lebih bahagia.  

Balikpapan, Endar Prayudi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

ARTIKEL KUNANG-KUNANG MUNGKINKAH MEMELIHARA KUNANG-KUNANG?                 Orang yang baru mulai belajar mengenali kunang akan membuat catatan perbedaan antara kunang jantan dan betina dari spesies P. pyralis . Ukuran tubuh betina kadang-kadang lebih besar dari jantan. Jantan mempunyai lentera lebih besar dari betina. Jantan terbang mencari betina yang biasanya menempel di atas daun, ranting atau batang pohon. Betina memiliki lentera yang jauh lebih kecil dari jantan. Lentera betina akan berkedip jika melihat jantan. Selisih antara kedipan lentera jantan dan direspon oleh betina adalah sekitar 2 detik pada spesies ini. Informasi ini dapat digunakan untuk berburu kunang betina dengan menggunakan kedipan cahaya dari pen light untuk meniru pola kedipan cahaya dari jantan. Kemampuan berburu kunang betina dan menangkap betina kunang jenis P. pyralis menjadikannya ideal untuk mempelajarinya dan meneliti perkawinan, koleksi telur, pemeliharaan larva dan penyelidikan terkait lainnya

PAGE 60 BUS PULAU INDAH JAYA BALIKPAPAN – BANJARMASIN, TEMAN SETIA BAGI PERANTAU DI KALIMANTAN TIMUR

Seorang perantau kerap merasakan perjalanan darat atau udara. Perjalanan dari tempat rantaunya menuju rumah tempat lahir atau tempat orang yang dicintai tinggal, perjalanan menemui keluarga karena ingin melepas rindu. Di tahun 2016 masuk bekerja diterima di Banjarmasin. Sekitar 3 bulan kemudian melaksanakan tugas merantau ke Balikpapan, kurang lebih dua bulan kemudian ditugaskan di Samarinda. Tahun 2020 dipanggil kembali   untuk bertugas di Balikpapan sampai sekarang. Sebagai perantau, perjalanan pulang dari Balikpapan ke Banjarmasin sering dilakukan. Perjalanan dari Balikpapan ke Banjarmasin dapat ditempuh lewat udara selama sekitar 55 menit penerbangan. Sedangkan lewat darat juga dapat ditempuh menggunakan Bus selama 12 jam s.d 15 jam. Saya dahulu sering pulang ke Banjarmasin menggunakan udara dan kembali ke Balikpapan lewat darat. Kini perubahan kondisi, saya lebih sering pulang ke Banjarmasin lewat darat dan kembali ke Balikpapan juga lewat darat. Dari Balikpapan ke Banjarmasin l

MENJEMPUT RIZKI, BANJARMASIN KE BALIKPAPAN PAGE 73

Perjalanan banjarmasin kalsel ke Balikpapan kaltim aku tempuh dengan menggunakan bis selama kurang lebih 12 sampai dengan 15 jam perjalanan darat. Hari ini mengambil keberangkatan bis pertama jam 12.00 wita melewat rute banjarmasin, banjarbaru, martapura, rantau, kandangan, amuntai, tanjung, grogot, labangka, paser dan balikpapan. Jam 23.00 bis kami telah singgah di wirang tanjung untuk istirahat shalat dan makan. Makanan disini ada sate, nasi kuning, tahu, bakwan, pisang goreng, bakso. Aku lebih suka makan sate atau tahu goreng. Ke balikpapan karena menjemput rizki yang ada di balikpapan. Rizki dapat dijemput dengan cara bekerja. Ada juga rizki yang tidak di jemput, melainkan rizkinya diantar. Kenapa kita perlu menjemput rizki? Kita bekerja untuk menjemput rizki yang sengan rizki ini dapat menolongi kita untuk dapat beribadah, menolongi dalam menuntut ilmu dan mengamalkan ilmu, untuk memenuhi nafkah iyal/keluarga, agar kita menjaga muruah/kehormatan diri tidak meminta-minta, dan jika